Profile Dharma Nusantara

Dharma Nusantara adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang memfokuskan diri pada pelayanan kemanusiaan dan peningkatan spiritualitas diri dengan Visi “Bergerak di Jalan Dharma, Bersatu Untuk Nusantara” mencerminkan komitmen pada hidup spiritual dan persatuan di wilayah Nusantara. Misi “Belajar Bersama Untuk Meningkatkan Kesadaran Spiritual Melalui konsep Catur Nirdheshana” menekankan pembelajaran bersama dengan fokus pada empat prinsip: menjaga energi positif, memilah pergaulan, menjaga pikiran, dan memilah asupan makanan. Ajaran ini menekankan pentingnya kesadaran positif terhadap lingkungan luar, etika yang tidak menyakiti diri dan orang lain, serta mencapai kehidupan meditatif melalui praktik-praktik seperti asana, pranayama, dan meditasi. Keseluruhan teks menitikberatkan pada pemahaman spiritual, moral, dan etika untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Berikut penjabaran visi dan misi Dharma Nusantara :

𝙑𝙄𝙎𝙄

Bergerak di jalan Dharma, Bersatu Untuk Nusantara

Visi ini mengandung elemen spiritual dan kebangsaan. “Bergerak di Jalan Dharma” merujuk pada hidup sesuai dengan ajaran moral dan spiritual yang benar. “Bersatu Untuk Nusantara” menekankan pada persatuan untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama di wilayah Nusantara.

𝙈𝙄𝙎𝙄

Belajar Bersama Untuk Meningkatkan Kesadaran Spiritual Melalui konsep Catur Nirdheshana

  1. Menjaga energi positif di dalam diri. 
    1. Memilah pergaulan. 
    2. Menjaga pikiran
    3. Memilah asupan makanan. 
    4. Menjaga kebersihan raga dan jiwa
  2. Memandang secara positif hal dan kejadian di luar diri. 
    1. Terhadap orang lain. 
    2. Terhadap Alam dan Kehidupan
  3. Tidak menyakiti diri, orang lain maupun semesta alam. 
    1. Brahmacari
    2. Satyam
    3. Awyawahara
    4. Asteya
    5. Akrodha
    6. Apramada
    7. Santosha 3 
  4. Meraih kehidupan dengan kualitas meditatif :
    1. Asana
    2. Pranayama
    3. Pratyahara
    4. Dharana
    5. Dhyana
    6. Samadhi

Penjelasan MISI: Belajar Bersama Untuk Meningkatkan Kesadaran Spiritual Melalui konsep Catur Nirdheshana

Misi ini menyoroti pentingnya pembelajaran bersama untuk meningkatkan kesadaran spiritual. “Catur Nirdheshana” merujuk pada empat prinsip atau konsep tertentu yang menjadi dasar pembelajaran tersebut.

Baca juga :   Panitia Nyepi Saka 1946 Ambil Tirta Suci di Tuk Pitu : ini Kasiat dan Manfaatnya secara spiritual dan Pengobatan

Prinsip Catur Nirdheshana:

  1. Menjaga energi positif di dalam diri: Fokus pada pemeliharaan energi positif dan hindari hal-hal yang dapat menguras energi positif.
  2. Memilah pergaulan: Berhati-hati dalam memilih lingkungan sosial agar positif dan mendukung perkembangan spiritual.
  3. Menjaga pikiran: Memantau dan mengarahkan pikiran ke arah yang positif dan konstruktif.
  4. Memilah asupan makanan: Memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi untuk memastikan keselarasan dengan prinsip spiritual dan kesehatan.

Kesadaran Positif Terhadap Lingkungan Luar:

  • Memandang secara positif hal dan kejadian di luar diri: Mengembangkan sikap positif terhadap situasi dan peristiwa di dunia luar.
  • Terhadap orang lain: Menciptakan hubungan yang positif dan penuh empati dengan sesama.
  • Terhadap Alam dan Kehidupan: Mencintai dan merawat alam serta menghargai kehidupan.

Prinsip Etika:

  • Tidak menyakiti diri, orang lain maupun semesta alam: Menerapkan prinsip-prinsip etika seperti Brahmacari (pengendalian diri), Satyam (kejujuran), Awyawahara (tidak mencuri), Asteya (tidak merampok), Akrodha (tidak marah), Apramada (tidak lalai), dan Santosha (kepuasan).

Kehidupan Meditatif:

  • Meraih kehidupan dengan kualitas meditatif: Menggunakan praktik-praktik seperti Asana (pose tubuh), Pranayama (kontrol pernapasan), Pratyahara (penarikan indera), Dharana (konsentrasi), Dhyana (meditasi), dan Samadhi (penyatuan).

Secara keseluruhan, misi ini menekankan pada pemahaman spiritual, moral, dan etika, serta mengajak untuk mencapai kesadaran positif dan kehidupan yang lebih baik melalui pembelajaran, disiplin diri, dan praktik meditatif.

Pengurus pusat Dharma Nusantara 

Pembina DN : Bagus teja saputra / Cah Angon

Ketum Dn : Sukmawati

Sekjen Dn : Dara Astuti

Sekda : Vinatih

Seklu : Rudi Waskito

Humas : Lia

Bendahara Dn : Irwina Eka Savitri

Ketua Bidang

  1. Kabid sosmas : Iwan Susilo
  2. ⁠kabid IT : Kinandana 

       -Kasi Virtual Artistik : Arcana

  1. Kabid Pustaka :  Jason Candrawinata

Lingkup kegiatan

Dharma Nusantara Jogja, di bawah kepemimpinan yang kokoh dan berpengalaman, terus menginspirasi masyarakat sekitar untuk mengejar makna spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan susunan pengurus sebagai berikut :

  • Ketua: Rinda Yuanita, Sleman
  • Wakil Ketua: Basilica D Putranti, Sleman
  • Sekretaris: Made Sumiarta, Sleman
Baca juga :   Pura yang sangat Indah di Gunungkidul ini melaksanakan Piodalan

Perwakilan Jogja  ini juga didukung oleh anggota-anggota yang berdedikasi dari berbagai wilayah di Provinsi Yogyakarta, antara lain:

  1. Niluh Ardivta S, berasal dari Ambarketawang
  2. Junny, berasal dari Gondokusuman
  3. Jacobus, berasal dari GK
  4. Marnika Widiastuti, juga dari GK
  5. Triwijayanto, berasal dari Kadipaten Lor (yang menjabat sebagai Koordinator JS)
  6. Bayu Widiatmoko, berasal dari Bantul
  7. Darini, berasal dari Sleman (yang menjabat sebagai Koordinator JU)
  8. Arif Saptono, berasal dari KP
  9. Ni Luh Andina Novia Wijaya Putri, berasal dari Gondokusuman
  10. Gunawan, berasal dari Sleman
  11. Winda, berasal dari Bantul
  12. Bisma, berasal dari Umbulharjo

Dengan kerjasama dan komitmen dari semua anggota, Dharma Nusantara Cabang Jogja terus melangkah maju dalam mewujudkan visi dan misinya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Semangat kebersamaan dan dedikasi mereka semakin mengukuhkan posisi DN sebagai agen perubahan yang positif dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan penuh berkah.

Please follow and like us:
fb-share-icon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *