Lestarikan Harmoni Alam, Bupati Sleman Harda Kiswaya Hadiri Upacara Giri Kerti 2026 di Lereng Merapi
SLEMAN – Ratusan umat Hindu Jogja dan Jawa Tengah bersama masyarakat lereng Merapi berkumpul dengan khidmat di bawah naungan Pohon Kantil, kawasan Taman Kaliurang, Sleman, pada Minggu (1/3/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk melaksanakan upacara adat Giri Kerti atau Merti Gunung sebagai rangkaian suci menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Acara religius yang sarat akan makna pelestarian alam ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., beserta jajaran pejabat daerah.

Bupati Sleman, Tokoh Hindu, beserta jajaran Pejabat daerah
Ketua Panitia Upacara Giri Kerti 2026, Ketut Baskara, dalam laporannya menyampaikan bahwa ritual ini merupakan perwujudan nyata dari konsep Giri yang berarti gunung dan Kerti yang berarti bakti atau memelihara. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya terpaku pada doa, tetapi juga aksi nyata melalui prosesi Mendak Tirtha ke sumber air Tuk Pitu, Watu Tumpang, dan Tlogo Putri, serta penanaman bibit pohon dan aksi pembersihan lingkungan di sekitar Taman Kaliurang. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penyucian spiritual sekaligus ungkapan syukur kepada Hyang Girisa atas segala sumber kehidupan yang dilimpahkan Gunung Merapi kepada masyarakat.

Ketua Panitia Girikerti memberikan sambutan
Senada dengan hal tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Giri Kerti yang dinilai sebagai implementasi luhur dari ajaran Sad Kerti, yakni upaya menjaga keseimbangan alam semesta. Harda menekankan bahwa penyucian yang dilakukan secara sekala (fisik) dan niskala (spiritual) sangat penting untuk menjaga harmoni antara manusia dengan lingkungan. Menurutnya, melalui ritual ini, masyarakat diajak untuk kembali memuliakan gunung sebagai simbol kekuatan dan keseimbangan alam yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi mendatang.

Bupati Harda Kiswaya memberikan sambutan
Suasana khidmat kian terasa saat doa dan persembahyangan bersama dipanjatkan di tengah sejuknya udara lereng Merapi. Bupati Harda Kiswaya berharap tradisi Giri Kerti dapat terus lestari, tidak hanya sebagai bentuk bakti keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan budaya yang mempererat kerukunan di Kabupaten Sleman. Upacara ini pun ditutup dengan harapan agar seluruh masyarakat Sleman senantiasa diberikan keselamatan dan kedamaian dalam menyongsong hari suci Nyepi.

Umat Hindu mengikuti Upacara Girikerti (Baskara)






