Gema Mantram di Pesisir Selatan: Bupati dan Ribuan Umat Hindu Gelar Melasti di Pantai Ngobaran

GUNUNGKIDUL – Aroma wangi dupa berpadu dengan segarnya angin laut menyambut ribuan umat Hindu yang memadati pelataran Pantai Ngobaran, Saptosari, Gunungkidul. Mengenakan busana adat dominan putih, umat berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan upacara Melasti, sebuah ritual penyucian diri dan alam semesta menjelag Hari Raya Nyepi.

Acara diawali dengan sesi seremonial yang hangat di pelataran utama. Iptu Hartato, S.H., M.M., selaku Ketua Panitia, membuka laporan dengan menekankan pentingnya sinergi dan ketertiban dalam menjalankan ibadah skala besar ini.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah melalui sambutan Bupati Gunung Kidul Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam orasinya, ia memuji kedalaman nilai budaya dan toleransi yang terpancar dari Pantai Ngobaran. “Ngobaran bukan sekadar destinasi, tapi simbol harmoni. Pemerintah hadir untuk memastikan kekayaan spiritual ini terus lestari sebagai fondasi kerukunan di Gunungkidul,” tegas Endah.

Pelarungan Sesaji: Membuang Klesa

Usai prosesi formal, suasana berubah menjadi lebih sakral saat ritual pelarungan sesaji dimulai. Sejumlah sesaji yang telah disiapkan dibawa menuju tepi tebing dan deburan ombak. Ritual ini melambangkan penghanyutan segala kotoran spiritual (klesa) dan sifat negatif manusia ke tengah samudera luas, agar dunia kembali seimbang dan suci.

Puncak Persembahyangan yang Khusyuk

Setelah pelarungan usai, seluruh umat bersimpuh di atas hamparan pasir dan pelataran pura untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Di bawah bimbingan para pemuka agama, suara mantram yang syahdu menggema di sela-sela suara ombak. Umat tampak tertunduk khusyuk, memohon keselamatan dan kerahayuan bagi bangsa serta negara di hadapan Sang Hyang Widhi Wasa.

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian ritual, umat kemudian melakukan prosesi mapurwa daksina. Dengan penuh hormat, para pemuda dan pinandita menjunjung Pratima serta Jempana—simbol stana Tuhan dan benda-benda sakral—di atas bahu mereka.

Baca juga :   PELANTIKAN PENGURUS WHDI KABUPATEN/KOTA SE-DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Iring-iringan ini bergerak perlahan menyusuri anak tangga menuju bibir pantai untuk dipercikkan Tirta Suci (air suci) dari tengah laut. Langkah kaki umat yang mantap menjunjung benda sakral ini menjadi pemandangan ikonik yang menutup rangkaian Melasti dengan penuh rasa syukur dan sukacita.

“Semua alur mulai dari seremonial hingga prosesi menjunjung jempana ke pantai berjalan lancar. Ini adalah bentuk pengabdian tulus kami,” pungkas Iptu Hartato menutup kegiatan tersebut. (Baskara)

 

Please follow and like us:
fb-share-icon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *