Makerti Ayuning Segoro di Pantai Parangkusumo, Aksi Bersihkan Pantai
Ratusan Peserta Gelar Aksi “Makerti Ayuning Segoro” di Pantai Parangkusumo, Bersihkan Pantai dan Gaungkan Kepedulian Lingkungan Menjelang Nyepi
Bantul, DIY — 14 Maret 2026 Ratusan peserta dari unsur masyarakat, umat Hindu, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas lingkungan menggelar aksi Makerti Ayuning Segoro berupa kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, sekaligus upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang menjadi salah satu ikon wisata di Bantul.
Pantai Parangkusumo yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata spiritual dan budaya di kawasan pantai selatan DIY menjadi lokasi kegiatan gotong royong membersihkan sampah yang terbawa arus laut maupun yang ditinggalkan pengunjung.
Kepedulian Lingkungan Berbasis Nilai Spiritual
Ketua Panitia kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Makerti Ayuning Segoro merupakan wujud implementasi nilai Tri Hita Karana, yakni harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
“Makerti Ayuning Segoro merupakan perwujudan dari salah satu nilai Tri Hita Karana, yaitu kepedulian dan penghormatan kita terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini kita berupaya menjaga serta melestarikan keindahan alam sebagai bagian dari Hamemayu Hayuning Bawana,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahun sebagai gerakan kolektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Dengan menjaga lingkungan, sesungguhnya kita juga menjaga kehidupan kita sendiri. Karena itu besar harapan kami kegiatan ini dapat terus berjalan dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lingkungan
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pesisir.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa kawasan pantai merupakan salah satu ikon daerah yang harus dijaga bersama.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Pantai merupakan ikon daerah yang harus kita jaga kebersihannya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mengatasi persoalan sampah, termasuk melalui perubahan pola pengelolaan sampah dari sekadar mengumpulkan dan mengangkut menjadi mengolah kembali agar ramah lingkungan.
Aksi Nyata Bersih Pantai
Dalam kegiatan tersebut para peserta secara gotong royong menyusuri kawasan pantai untuk mengumpulkan sampah plastik, sisa kemasan, dan berbagai jenis sampah lainnya. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah untuk dikelola lebih lanjut.
Selain sebagai rangkaian kegiatan keagamaan menjelang Hari Raya Nyepi, aksi bersih pantai ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata.
Menjaga Ikon Wisata Bantul
Pantai Parangkusumo merupakan salah satu kawasan wisata terkenal di Bantul yang tidak hanya menjadi tujuan wisata alam, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan Makerti Ayuning Segoro, panitia berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat sehingga kawasan pantai selatan DIY tetap bersih, indah, dan lestari bagi generasi mendatang. (Baskara)







