Parisada Sleman : Ibu sebagai Pendidik utama

Sumberwatu (23/01/2020) : Pertikaian yang mengatasnamakan agama demikian marak belakangan ini, saling hujat dan klaim kebenaran seolah menjadi menu favorit, kekerasan dan presekusi terjadi baik antar agama maupun diinternal agama tertentu, Kenapa ini bisa terjadi? siapa yang seharusnya bertanaggungjawab?

Dalam sambutannya pada perayaan Piodalan Pura Sumberwatu, Ketua PHDI Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa masa depan Ajaran Dharma ini bergantung pada generasi muda kita, maka sudah seharusnya kita memberikan perhatian yang khusus dan lebih terhadap pertumbuhan putra-putri kita sebagai generasi penerus. Sebagai Guru Rupaka (Orang Tua) bagi anak-anak kita, mari dampingi perkembangan mereka hari demi hari, jalin kedekatan agar anak-anak kita menjadikan orang tua sebagai tempat mereka bertanya dan menemukan solusi saat mereka ada masalah.
Dalam Atharwa Weda XIV.2.43 menyebutkan “Wahai Suami dan Istri hendaknya kamu berbudi pekerti yang luhur, penuh kasih sayang dan kemesraan diantara kamu. Laksanakan tugas dan kewajibanmu dyngan balk dan patuh kepada hukum yang berlaku. Turunkanlah Putra Putri yang Perwira, Bangunlah rumahmu sendiri dan hiduplah dengan suka cita didalamnya”.

Sangat jelas sekali bahwa Weda memberikan tuntunan, keharmonisan lingkungan hendaknya dimulai dari keharmonisan didalam rumah tangga, dan melahirkan Putra – Putri yang memiliki sifat-sifat kesatria (perwira) adalah sebuah kewajiban untuk turut menjaga kedamaian dunia. Putra – Putri yang baik (Suputra) tentu akan memberi kontribusi yang positif dalam kehidupan ini.

Alit Mertayasa mengajak seluruh umat untuk mulai melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti yang dicontohkan di persantian Tirta Arum yang melibatkan anak-anak disetiap pertemuan dan arisan, anak-anak diajak dan membuat acara sendiri diantara mereka. Selain itu Alit Mertayasa juga mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan pasraman-pasraman yang ada, di Kabupaten Sleman ada 3 Pasraman yang telah tercatat di pemerintahan Kabupaten yaitu Narayana Smerti Asram di Maguwo, Ashram Anand Krisna di Dayu, Asram OmAH Windunada di Jakal Km.14. semua ashram ini siap menerima kunjungan umat sedharma dan juga lintas agama.
Pada kesempatan tersebut, Alit Mertayasa juga mengajak seluruh Umat Hindu Yogyakarta untuk memeriahkan acara Giri Kerti yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Nyepi tahun 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2020 di Obyek Wisata kaliurang.
Terakhir Alit Mertayasa mengajak seluruh umat Hindu untuk bersinergi, jangan terdikotomi dengan hal-hal yang tidak prinsif, yang membuat kita terpecah belah. Mari saling menghargai keragaman cara yang ada di Hindu. (MDS)
Please follow and like us:
fb-share-icon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *