Audiensi Panitia Nyepi degan PT. TWC

PRAMBANAN, HINDUJOGJA.COM — Panitia Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1949 DIY bersama Tim Parisudha Paripurna Siwagraha melaksanakan audiensi dengan pengelola Taman Wisata Candi (TWC) di Kantor Unit TWC Prambanan, Senin (19/10/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB tersebut membahas persiapan kegiatan keagamaan serta rangkaian perayaan Nyepi 2027 yang direncanakan berlangsung di kawasan Candi Prambanan.

Pembahasan mencakup pelaksanaan Parisudha Paripurna Siwagraha, peluncuran Buku Grand Desain Nyepi melalui Gema Santi Puja Saka 1949, serta Tawur Agung Kesanga. Pemanfaatan kawasan, kebutuhan sarana, akses peserta, dan koordinasi teknis menjadi perhatian dalam audiensi ini.

Panitia Nyepi hadir bersama Ketua Umum Didik Widya Putra, Sekretaris Umum Mujirah, Bendahara Umum Gede Dharmika, serta Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Made Sumiarta. Sementara itu, Tim Parisudha Paripurna diwakili Ketua Budi Sanyoto, Sekretaris Saruda Widodo, serta bagian perlengkapan Gede Dharma dan Paryoto. Dari pihak TWC, pembahasan teknis disampaikan oleh Gandung.

Persiapan Parisudha Paripurna Siwagraha

Audiensi dibuka oleh Mujirah, dilanjutkan pemaparan Budi Sanyoto mengenai kegiatan Parisudha Paripurna Siwagraha yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Candi Prambanan.

Budi menyampaikan dasar pelaksanaan, tujuan, penanggung jawab, serta kebutuhan kegiatan yang direncanakan diikuti sekitar 300 peserta. Upacara ritual dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB di Mandala I, kemudian dilanjutkan simakrama di Lapangan Nandi pada pukul 17.30–19.20 WIB.

Kebutuhan yang dibahas meliputi meja banten, dua bale pawedan, 18 tikar, serta perangkat pengeras suara untuk mendukung pelaksanaan ritual.

Menanggapi pemaparan tersebut, Gandung membahas penempatan perlengkapan di Zona I dan Lapangan Nandi, kebutuhan penerangan, pasokan listrik, serta proses masuknya perlengkapan. Pembahasan juga mencakup parkir di sisi timur, jalur masuk umat, akses menuju Lapangan Nandi, dan pengaturan kedatangan tamu VVIP.

Baca juga :   Panitia Nyepi Nasional 2027 DIY Audiensi dengan Dirjen Bimas Hindu, Bahas Gema 1949 di Prambanan

Penambahan lampu di Lapangan Nandi turut menjadi kebutuhan yang disampaikan dalam pertemuan, mengingat kegiatan simakrama berlangsung hingga malam hari.

Gema Santi Puja dan Peluncuran Buku Grand Desain Nyepi

Pada sesi berikutnya, Made Sumiarta memaparkan rangkaian kegiatan Nyepi Saka 1949 DIY, termasuk tujuh kegiatan yang direncanakan menggunakan kawasan Candi Prambanan.

Salah satu agenda utama adalah Gema Santi Puja Saka 1949 dan peluncuran Buku Grand Desain Nyepi, yang direncanakan berlangsung pada 12 Desember 2026. Kegiatan ini mengusung target kehadiran 1.949 Pinandita dari berbagai daerah di Nusantara, disertai pemandu rombongan, undangan lintas iman, panitia, protokol, dan petugas pendukung.

Peluncuran buku dirangkai dengan kegiatan kepedulian lingkungan berupa penanaman pohon, pelepasan burung, dan pelepasan bibit ikan. Rangkaian tersebut diarahkan untuk mempertemukan penguatan spiritual, kebersamaan lintas iman, dan kepedulian terhadap alam.

Dalam audiensi, panitia membahas kebutuhan ruang, pembagian waktu kegiatan, akses peserta, fasilitas pelayanan, serta lokasi pelaksanaan kegiatan lingkungan. Permohonan penggunaan drone untuk dokumentasi udara juga disampaikan sebagai bagian dari persiapan.

Ketua Umum Panitia Nyepi, Didik Widya Putra, memberikan penjelasan tambahan mengenai rencana pelaksanaan ritual mulai pukul 13.00 WIB. Lapangan Garuda atau Lapangan Nandi menjadi alternatif lokasi yang dibahas untuk mendukung rangkaian kegiatan.

Didik juga menyampaikan rencana keterlibatan tokoh lintas iman dan pemuda dalam pelepasan burung, baik secara simbolis maupun dalam pelaksanaan di lapangan. Kebutuhan toilet portabel turut menjadi perhatian untuk menunjang kenyamanan peserta.

Tawur Agung Kesanga Diperkirakan Dihadiri 30.000 Umat

Agenda penting lainnya adalah Tawur Agung Kesanga pada 7 Maret 2027, yang diperkirakan dihadiri sekitar 30.000 umat.

Besarnya perkiraan kehadiran tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai penataan ruang, jadwal pelaksanaan, akses masuk dan keluar peserta, serta kesiapan fasilitas pelayanan di kawasan Candi Prambanan.

Baca juga :   Luar Biasa!!! Kanwil Kemenag Puji Bimas Hindu Jogja Sukseskan Program Presiden

Panitia juga menyampaikan kebutuhan koordinasi mengenai penggunaan drone, penetapan penghubung antara panitia dan TWC, serta penjadwalan survei lokasi. Koordinasi ini diperlukan agar kebutuhan ritual dan pengaturan peserta dapat dipersiapkan secara menyeluruh.

Mematangkan Koordinasi Pelaksanaan

Audiensi ini menjadi langkah koordinasi awal untuk memperjelas kebutuhan masing-masing kegiatan. Sejumlah hal teknis masih perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi antara panitia dan pengelola kawasan, termasuk penentuan lokasi, alur peserta, kesiapan perlengkapan, fasilitas pendukung, dan perizinan dokumentasi udara.

Melalui persiapan bersama, rangkaian kegiatan di Candi Prambanan diharapkan dapat berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus memberikan kenyamanan bagi umat serta tetap memperhatikan ketentuan pengelolaan kawasan candi.

Please follow and like us:
fb-share-icon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *